Menciptakan Mahasiswa Berjiwa Kepemimpinan dan Beretika dalam Berorganisasi”—Sabtu, 10 Maret 2018 lalu, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sejarah FIS UNP kembali mengadakan sebuah kegiatan pengembangan bagi mahasiswa jurusan sejarah. Kali ini melibatkan lebih dari seratus orang  mahasiswa jurusan sejarah yang terdiri dari angkatan 2016 dan 2017 sebagai peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

 

Training Dasar Organisasi (TDO) adalah kegiatan yang diangakatkan oleh devisi Kemahasiswaan  HMJ Sejarah 2017/2018 yang bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada mahasiswa sejarah dalam pemahaman dasar berorganisasi serta memberikan tuntunan dan meningkatkan pola pikir, sikap, perilaku, kepribadian, budi pekerti dan disiplin dalam melakukan berbagai kegiatan. Selain itu, TDO ini diadakan untuk memantapkan mutu kepemimpinan mahasiswa sejarah.

 

 

Abdul Hakim, selaku ketua HMJ Sejarah Kabinet Prima membuka langsung acara TDO secara resmi yang dalam sambutannya menyampaikan adanya proses yang akan dilalui oleh mahasiswa yang akan menjadi organisatoris yang berkompeten. Mereka membutuhkan sebuah pelatihan awal tentang dasar organisasi dan kepemimpinan agar kelak mereka mampu menerapkan pengetahuan ke dalam berbagai Unit Kegiatan serta organisasi, baik di dalam maupun di luar kampus.

Kepemimpinan, Manajemen dan Organisasi (KMO) dan Public Speaking masih menjadi materi inti dalam setiap kegiatan TDO, tidak terkecuali pada kegiatan kali ini. Dengan pemateri handal Matur Prasojo S.Pd. (istruktur pengelola pada acara upgrading pertama HMJ Sejarah, mantan Gubernur BEM FIS UNP 2011/2012, Sekarang mahasiswa S2 Jurusan Geografi) sukses membawakan materi seputar Konsep Diri—yang juga disampaikan pada kegiatan Upgrading pengurus HMJ lalu, yakni “Belajar Tentang, Belajar Melakukan, Belajar Menjadi” dengan membuka pola pikir mahasiswa bagaimana pentingnya berorganisasi itu dan apa yang didapatkan dalam berorganisasi belum tentu dan bahkan tidak didapatkan di dalam kelas perkuliahan.

Dicky Irawan (mahasiswa sejarah angkatan 2013 dan mantan ketua UKKPK UNP) membawakan materi kedua,  Public Speaking yang juga merupakan materi dasar dalam setiap pelatihan organisasi. “public speaking itu seperti cinta. Karena di dalamnya kita harus tampil dalam mengekspresikan gagasan dimuka umum melalui pidato, Public Speaking merupakan ilmu kondisi bukanlah ilmu pasti sehingga setiap manusia dapat melatihnya” Bg Dicky dalam materinya.

 

 

Kegiatan TDO ini pada akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama antara seluruh elemen acara, peserta, panitia dan pengurus HMJ Sejarah.

Usai kegiatan, pembina HMJ Sejarah Bpk. Ridho Bayu Yefterson, M.Pd yang ditemui di ruangannya menyampaikan apresiasinya terhadap kegian ini. Karena seluruh peserta dapat antusias mengikutinya meskipun pihak jurusan tidak dapat menghadirinya terkait beberapa hal. Sejalan dengan tema yang diangkat oleh panitia, pembina HMJ Sejarah ini juga mengungkapkan harapannya “TDO bagi mahasiswa sejarah angkatan 2016 dan 2017 diharapkan dapat menumbuhkan organisatoris muda sejak dini, agar dapat menjadi cikal bakal pemimpin-pemimpin dalam masyarakat kelak yang mempunyai jiwa kepemimpinan sebagai soerang intelektual di tengah masyarakat. Yang nantinya juga memiliki karakter-karakter positif, seperti memiliki tanggung jawab sosial dan mempunyai integritas dalam pengabdian” Bpk. Ridho Bayu Yefterson, M.Pd. (Ririn, maya 15/3)