“Paham Organisasi Sungguh-Sungguh dalam Bekerja dan Rukun dalam Keluarga”Dalam rangka mempersiapkan pengurus yang berkompeten, berdidikasi, berkomitmen serta bertangung jawab, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sejarah untuk pertamakalinya mengadakan Upgrading kepengurusan pada 24-25 Februari 2018 lalu. Semangat yang dibawakan dalam tema “Paham Organisasi Sungguh-sungguh dalam Bekerja dan rukun dalam Keluarga” bertujuan untuk memberikan pemahaman berorganisasi kepada seluruh pengurus HMJ, menjalankan semua program kerja yang sudah ditentukan serta satu dan rukun dalam membina hubungan kekeluargaan besar jurusan Sejarah FIS UNP.

Acara yang dibuka langsung oleh piminan jurusan Bpk. Dr. Ofianto, S.Pd, M.Pd selaku sekretaris jurusan sejarah juga dihadiri oleh Bpk. Ridho Bayu Yrfterson, M.Pd (pembina HMJ Sejarah), serta dua orang senior sejarah, yakni Stria Oktavianus (ketua MPM UNP) dan Melsa Maizarah (kaetua HMJ tahun lalu). Dalam sambutannya, sekretaris jurusan sejarah menyampaikan tiga hal penting bagi pengurus HMJ Sejarah yang akan menahkodai kepengurusan satu tahun kedepan. “seorang pengurus itu harus memiliki tiga hal penting yaitu ketepatan waktu, dedikasi dan profesional” Bpk. Ofianto dalam sambutannya.

Kepemimpinan, Manajemen dan Organisasi (KMO) yang menjadi materi inti pada kegiatan upgrading tersebut dilaksanakan dalam dua sesi In door dan Out door. Tiga orang pemateri handal dihadirkan pada upgrading pertama ini, yakni Matur Prasojo yang sekaligus bertindak sebagai pengelola keseluruhan kegiatan upgrading, Dr. Aisiah, M.Pd. (dosen Sejarah Fis Unp) dan Ferdy Andhika, S.Pd. (aktivis, mantan Ketua HMJ Sejarah).

Materi pertama mengenai konsep diri dekemas dengan sangat menarik oleh pemateri yang akrab disapa Bang Jo. Dalam materi tersebut beliau menyampaikan tiga konsep belajar “Belajar Tentang, Belajar Melakukan, Belajar Menjadi”. Dalam materi kedua Ibuk Aisiah menjelaskan tentang konsep Mahasiswa Paripurna sebagai sebutan mahasiswa yang aktif dalam organisasi serta mampu membagi waktu antara kuliah dan organisasi. Materi terakhir yang disampaikan oleh Bang Ferdy selaku orang yang pernah menjadi ketua HMJ beberapa tahun lalu lebih terfokus kepada teknis pelaksanaan tugas serta program kerja dari HMJ itu sendiri.

 

Hari kedua yang diadakan out door memiliki keseruan tersendiri, dimana kegiatan dilakukan di  Pantai Batu Muaro Penyalinan. Pengelola kegiatan upgrading memberikan beberapa permainan menarik yang tujuannya tidak lain untuk melatih kekompakan dalam tubuh organisasi HMJ Sejarah. Sebanyak 31 orang peserta upgrading sangat antusias mengikuti rangkaian permainan meski sempat diguyur hujan lebat. Di akhir acara, penutupan dilaksanakan dengan penyerahan kembali peserta upgrading dari pengelola kepada Ketua HMJ Sejarah, Abdul Hakim.

Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh pimpinan jurusan pada pembukaan acara, pembiana HMJ sejarah berharap bahwa upgrading managemen organisasi dan kepemimpinan yang sudah diadakan ini dapat memenuhi kebutuhan organisasi untuk dapat menjalankan visi bersama. Selain itu, beliau juga berpesan tentang pentingnya upgrading yang dilaksanakan untuk menyamakan visi dan misi seluruh pengurus dalam menjalankan organisasi secara kolaboratif dengan segala SDM yang ada “upgrading ini penting dalam menyamakan visi dan misi seluruh pengurus agar dapat menjalankan organisasi secara kolaboratif dengan segala potensi sumber daya manusia yang dimiliki” bpk. Ridho Bayu (pembina HMJ).

Tidak hanya itu, pembina HMJ Sejarah juga menjelaskan nilai-nilai yang dapat dipetik dari kegiatan upgrading ini adalah nilai kerjasama, loyalitas, tanggung jawab dan disiplin. Sedangkan skill yang diharapkan adalah komunikasi dan problem solving. Bpk. Drs. Zul Asri, M.Hum (dosen senior) yang sempat mengunjungi acara out door juga tidak lupa memberikan pesan kepada pengurush baru HMJ Sejarah untuk menghadirkan warna baru untuk Jurusan Sejarah FIS UNP. (Ririn, Sri 28/3)